Lompat ke isi utama

Berita

Asah Kemampuan Produksi Konten, Bawaslu Kota Yogyakarta Gelar Knowledge Sharing Videografi

Bawaslu Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Knowledge Sharing bertema videografi pada Rabu (20/5/2026)

Bawaslu Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Knowledge Sharing bertema videografi pada Rabu (20/5/2026)

Yogyakarta — Bawaslu Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Knowledge Sharing bertema videografi pada Rabu (20/5/2026) di Kantor Bawaslu Kota Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jajaran sekretariat dalam memproduksi konten video yang informatif, menarik, dan efektif sebagai media edukasi serta publikasi kelembagaan.

Materi disampaikan oleh Syafira Nayla, mahasiswa magang dari Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa videografi merupakan seni dan teknik merekam gambar bergerak untuk menyampaikan cerita, informasi, maupun dokumentasi melalui kamera video atau perangkat digital lainnya.

Menurut Nayla, proses pembuatan video yang baik diawali dengan perencanaan yang matang melalui tahapan pra-produksi, dilanjutkan proses pengambilan gambar pada tahap produksi, serta penyuntingan video pada tahap pascaproduksi. “Videografi tidak hanya soal merekam gambar, tetapi bagaimana menyusun visual yang mampu menyampaikan pesan secara jelas dan menarik kepada audiens,” jelas Nayla.

Mahasiswa Magang dari STMM "MMTC" Yogyakarta memaparkan teknik dasar videografi dan strategi membuat konten video yang efektif

Selain menjelaskan tahapan produksi, Nayla juga memaparkan sejumlah teknik dasar videografi, seperti pengambilan gambar, sudut pandang (angle), framing, rule of thirds, serta berbagai teknik pergerakan kamera yang dapat mendukung penyampaian pesan dalam video.

Pada kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi membuat video yang efektif untuk media sosial. Nayla menekankan pentingnya penggunaan hook pada tiga hingga lima detik pertama untuk menarik perhatian audiens dan meningkatkan durasi tonton.

Menurutnya, pemilihan kalimat pembuka, visual, maupun teks yang tepat pada awal video menjadi faktor penting dalam membangun ketertarikan audiens terhadap isi konten. “Hook yang baik adalah hook yang mampu menarik perhatian audiens dalam tiga hingga lima detik pertama sehingga mereka terdorong untuk terus menonton video,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa konten edukasi perlu dikemas dengan bahasa yang sederhana, visual yang menarik, serta didukung subtitle yang jelas agar pesan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Ia mencontohkan, penggunaan pertanyaan singkat, fakta mengejutkan, atau visual yang kuat di awal video dapat menjadi strategi efektif untuk membangun rasa penasaran audiens.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait produksi konten digital. Menanggapi pertanyaan mengenai pengembangan hook untuk konten edukasi Bawaslu, Nayla menyarankan agar video diawali dengan pertanyaan atau pernyataan yang memancing rasa ingin tahu audiens, disertai visual dan teks pembuka yang kuat.

Sementara itu, terkait penggunaan storyboard, ia menjelaskan bahwa storyboard berfungsi sebagai panduan agar proses produksi berjalan lebih terarah, terutama untuk video yang memiliki alur cerita atau pesan tertentu. Dengan adanya storyboard, tim produksi juga dapat meminimalkan kesalahan saat pengambilan gambar dan memastikan pesan video tersampaikan secara lebih sistematis.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa magang dari Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) juga mengangkat pertanyaan mengenai kecenderungan editor dalam menentukan gaya penyuntingan video. Menurut Nayla, dalam produksi konten lembaga, preferensi audiens perlu menjadi pertimbangan utama.

“Tujuan utama video adalah menyampaikan pesan secara efektif kepada target penonton. Karena itu, kebutuhan audiens sebaiknya lebih diutamakan dibandingkan preferensi pribadi editor,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kota Yogyakarta dalam memperkuat kualitas publikasi kelembagaan di era digital. Dengan peningkatan kemampuan videografi, diharapkan setiap pesan edukasi, pengawasan, dan informasi kepemiluan dapat dikemas lebih kreatif, komunikatif, mudah dipahami serta mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.

 

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171

Penulis: Melisa
Foto: Rofi
Editor: Winda