Bawaslu Kota Yogyakarta Bangun Dialog Demokrasi Lewat Wayang Kontemporer
|
Bantul – Bawaslu Kota Yogyakarta menghadiri kegiatan Jaringan Wayang Kontemporer yang digelar pada Minggu (15/3/2026) di Omah Budaya Kahangnan, Dusun Pringgading, Kelurahan Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi demokrasi melalui pendekatan seni dan budaya.
Acara yang dikemas dalam tajuk Wayang Kontemporeran, Minggu Legen & Bukber tersebut menghadirkan rangkaian workshop, pementasan, serta diskusi wayang kontemporer. Diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan seniman wayang dan pegiat budaya, serta dimoderatori oleh Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Jantan Putra Bangsa yang juga tergabung dalam Komunitas Wayang Damen.
Dalam kesempatan tersebut, Jantan menegaskan bahwa ruang-ruang budaya seperti pertunjukan wayang dapat menjadi media efektif dalam membangun kesadaran demokrasi masyarakat. “Demokrasi tidak hanya dijaga melalui mekanisme formal, tetapi juga melalui kesadaran kolektif. Seni wayang mampu menyampaikan nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab secara lebih membumi,” ujarnya saat memandu diskusi.
Kegiatan ini turut menampilkan pementasan Wayang Alien: Gunung Emas karya Hangno Hartono yang mengangkat isu sosial, lingkungan, dan kritik terhadap praktik eksploitasi sumber daya alam. Melalui pendekatan visual dan narasi yang dekat dengan generasi muda, pertunjukan ini menjadi sarana refleksi terhadap kondisi sosial-ekologi saat ini.
Dalam diskusi, para peserta menyoroti bahwa nilai-nilai dalam pewayangan memiliki keterkaitan erat dengan prinsip demokrasi. Tokoh kesatria yang menjunjung integritas serta peran punakawan sebagai pengingat kekuasaan menjadi simbol penting dalam pengawasan partisipatif masyarakat.
“Wayang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan. Di dalamnya ada nilai-nilai yang relevan untuk membangun kesadaran publik agar lebih kritis, partisipatif, dan berani menjaga integritas demokrasi,” tambah Jantan.
Kolaborasi antara Bawaslu Kota Yogyakarta dan Jaringan Wayang Kontemporer ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan demokrasi berbasis kebudayaan. Melalui seni wayang, pesan-pesan tentang pencegahan pelanggaran, integritas, dan partisipasi publik dapat disampaikan secara lebih kontekstual dan mudah dipahami.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa demokrasi dan kebudayaan memiliki hubungan yang erat. Wayang tidak hanya menjadi warisan tradisi, tetapi juga medium strategis dalam menghadirkan ruang dialog publik yang kritis, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171
Penulis: Rifqi
Foto: Rhamadan
Editor: Winda