Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Yogyakarta Perkuat Literasi Demokrasi Bersama Pegiat Literasi

Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Jantan Putra Bangsa, melakukan konsolidasi demokrasi bersama pegiat literasi dan komunitas pemuda

Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Jantan Putra Bangsa, melakukan konsolidasi demokrasi bersama pegiat literasi dan komunitas pemuda di Kedai Kopi Kebun Makna (31/3/2026)

Yogyakarta — Bawaslu Kota Yogyakarta menggelar Konsolidasi Demokrasi bersama pegiat literasi, komunitas pemuda, akademisi, pelaku seni, dan sejumlah unsur masyarakat sipil sebagai upaya memperkuat literasi politik dan meningkatkan partisipasi publik dalam kehidupan demokrasi. Pertemuan yang berlangsung di Kedai Kopi Kebun Makna pada Selasa (31/3/2026) ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor di tengah dinamika informasi yang semakin kompleks.

Dalam sesi pemaparan awal, para pegiat literasi dari berbagai wilayah mengungkapkan tantangan utama yang mereka hadapi, terutama terkait perubahan pola konsumsi informasi masyarakat. Mereka menilai dominasi media sosial sebagai sumber utama informasi menyebabkan publik rentan terhadap misinformasi dan polarisasi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi melemahkan kualitas ruang demokrasi jika tidak disertai dengan peningkatan literasi digital.

“Pendekatan edukasi demokrasi perlu diperbarui agar relevan dengan tren informasi saat ini. Literasi tidak cukup disampaikan melalui seminar atau buku saja, tetapi perlu dibungkus dalam format kreatif seperti konten digital, seni visual, dan aktivitas komunitas,” ujar salah satu pegiat literasi dalam diskusi.

Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Jantan Putra Bangsa, menegaskan bahwa penguatan demokrasi tidak dapat hanya mengandalkan lembaga formal. Menurutnya, komunitas memiliki peran strategis karena lebih dekat dengan masyarakat dan mampu menyampaikan edukasi dengan pendekatan yang kontekstual. “Demokrasi adalah ekosistem panjang yang tidak berhenti pada pemilu. Kesadaran etis, kemampuan berpikir kritis, dan literasi kewargaan adalah kunci menjaga kualitas demokrasi,” katanya

Diskusi kemudian berkembang pada pentingnya membangun ekosistem kolaboratif yang berkelanjutan. Para peserta mengusulkan pembentukan forum komunikasi tetap atau platform digital sebagai wadah untuk bertukar informasi, menyusun agenda bersama, serta memproduksi materi literasi demokrasi secara kolektif.

Usulan lainnya mencakup penyusunan modul literasi demokrasi berbahasa sederhana, penyelenggaraan kelas demokrasi mingguan, lokakarya konten kreatif, hingga kampanye literasi digital yang berfokus pada kemampuan memverifikasi informasi.

Sejumlah peserta juga menyoroti kendala struktural yang kerap dihadapi komunitas literasi, seperti keterbatasan pendanaan, minimnya akses ruang dialog, serta belum optimalnya dukungan kebijakan daerah terhadap kegiatan literasi demokrasi. Menanggapi hal tersebut, Bawaslu Kota Yogyakarta menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi komunitas, termasuk menjadi penghubung dengan instansi terkait agar kegiatan literasi dapat memperoleh dukungan yang lebih luas.

“Bawaslu memiliki komitmen untuk memperkuat kerja-kerja edukasi publik. Kolaborasi dengan komunitas adalah langkah strategis untuk menjangkau masyarakat secara lebih efektif,” ujar Jantan.

Menjelang penutupan, para peserta menyampaikan refleksi bersama bahwa keberhasilan demokrasi bergantung pada kapasitas masyarakat dalam memahami peran politiknya serta kemampuan memilah informasi yang benar. Literasi demokrasi dipandang sebagai fondasi penting agar masyarakat dapat berpartisipasi secara sadar dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.

Kegiatan konsolidasi ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan kerja kolaboratif melalui agenda yang lebih terstruktur, mulai dari penyusunan materi edukasi, penyelenggaraan kegiatan publik, hingga pemantauan dampak literasi terhadap pemahaman masyarakat. Para peserta berharap konsolidasi ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem literasi demokrasi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat lokal.

 

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171

Penulis: Jupriadi
Editor: Winda