Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Yogyakarta Dorong Jajaran Sekretariat Ubah Pengalaman Kerja Menjadi Karya Ilmiah

Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Siti Nurhayati, menjadi narasumber dalam kegiatan WASKITA dengan tema "Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah", Rabu (2/9/2026)

Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Siti Nurhayati, menjadi narasumber dalam kegiatan WASKITA dengan tema "Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah", Rabu (2/9/2026)

Yogyakarta — Bawaslu Kota Yogyakarta mendorong jajaran sekretariat untuk mengembangkan pengalaman dan persoalan yang ditemui dalam pelaksanaan tugas menjadi pengetahuan dan karya ilmiah. Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah yang digelar di Kantor Bawaslu Kota Yogyakarta pada Rabu (2/9/2026). Kegiatan diikuti oleh jajaran sekretariat Bawaslu Kota Yogyakarta dan mahasiswa magang.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas sekaligus upaya membangun budaya penulisan ilmiah di lingkungan Bawaslu Kota Yogyakarta

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Yogyakarta, Siti Nurhayati, yang bertindak sebagai narasumber, mendorong peserta untuk melihat pengalaman kerja sebagai sumber pengetahuan yang dapat dikembangkan menjadi tulisan ilmiah.

“Pengalaman yang kita miliki dalam menjalankan tugas sebenarnya merupakan sumber pengetahuan yang sangat berharga. Tinggal bagaimana pengalaman tersebut kita dokumentasikan, analisis, dan tuangkan dalam bentuk tulisan yang dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh orang lain,” ujar Nurhayati.

Selain materi dari Nurhayati, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Yogyakarta, Jantan Putra Bangsa, membagikan tips dalam menemukan topik dan menyusun judul artikel. Ia menjelaskan bahwa ide tulisan dapat berangkat dari persoalan yang ditemui dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, kemudian dianalisis menggunakan teori atau perspektif yang relevan.

“Dalam menentukan judul artikel, kita bisa langsung mencantumkan teori atau perspektif yang akan digunakan untuk menganalisis persoalan. Dengan begitu, sejak awal pembaca sudah dapat melihat pendekatan yang digunakan dalam tulisan,” ujar Jantan.

Peserta juga dibekali cara menemukan research gap melalui penelusuran dan perbandingan sejumlah artikel ilmiah. Aspek yang dapat dibandingkan meliputi masalah, teori, metode, temuan, lokasi, kelompok, dan periode penelitian. Sumber data dapat berasal dari wawancara, observasi, diskusi kelompok terpumpun, evaluasi, dokumentasi, regulasi, laporan, statistik, maupun jurnal dengan tetap memperhatikan kewenangan akses, kerahasiaan, dan perlindungan data.

Melalui pelatihan ini, Bawaslu Kota Yogyakarta mendorong jajaran sekretariat untuk tidak hanya menjalankan tugas administratif dan teknis, tetapi juga mengolah pengalaman kerja menjadi pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi kelembagaan dan masyarakat. Budaya penulisan ilmiah diharapkan turut mendukung pengembangan inovasi serta penguatan kapasitas kelembagaan Bawaslu Kota Yogyakarta.

 

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171

Penulis: Asti
Foto: Rhamadan
Editor: Meilinda