Lompat ke isi utama

Berita

Aparatur Bawaslu Kota Yogyakarta Dibekali Keterampilan First Aid Hadapi Kondisi Darurat

Selain mendengarkan penyampaian materi, aparatur Bawaslu Kota Yogyakarta juga mengikuti praktik Bantuan Hidup Dasar pada kegiatan WASKITA bersama PSC 119 YES (9/7/2026)

Selain mendengarkan penyampaian materi, aparatur Bawaslu Kota Yogyakarta juga mengikuti praktik Bantuan Hidup Dasar pada kegiatan WASKITA bersama PSC 119 YES (9/7/2026)

Yogyakarta — Bawaslu Kota Yogyakarta kembali menyelenggarakan WASKITA (Wadah Studi, Kajian, dan Inovasi Kompetensi Aparatur) bertema "Sosialisasi dan Praktik Pertolongan Pertama pada Kondisi Kegawatdaruratan (First Aid)" di Kantor Bawaslu Kota Yogyakarta, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari UPT Public Safety Center 119 Yogyakarta Emergency Services (PSC 119 YES) Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Nabila Huda Utami, ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan aparatur dalam menghadapi kondisi darurat melalui penguasaan keterampilan pertolongan pertama.

Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, menegaskan bahwa penguatan kapasitas aparatur tidak hanya berfokus pada kompetensi kepemiluan, tetapi juga kesiapan menghadapi berbagai situasi darurat yang dapat terjadi kapan saja

Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, menegaskan bahwa penguatan kapasitas aparatur tidak hanya berfokus pada kompetensi kepemiluan, tetapi juga kesiapan menghadapi berbagai situasi darurat yang dapat terjadi kapan saja.

"Kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan kompetensi dasar yang penting dimiliki setiap aparatur. Tindakan yang cepat dan tepat sebelum tenaga medis tiba dapat meningkatkan peluang keselamatan korban. Setelah sebelumnya kami membekali aparatur dengan mitigasi bencana gempa bumi dan kebakaran, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan yang lebih komprehensif," ujar Andie.

Dalam sesi materi, Nabila Huda Utami menjelaskan pentingnya mengenali kondisi kegawatdaruratan sejak dini, termasuk membedakan henti jantung (cardiac arrest) dan serangan jantung (heart attack). Menurutnya, kemampuan mengidentifikasi kondisi korban menjadi langkah awal yang menentukan keberhasilan pertolongan pertama.

Nabila Huda Utami menjelaskan pentingnya mengenali kondisi kegawatdaruratan sejak dini

"Pengenalan kondisi kegawatdaruratan menjadi langkah awal yang sangat penting. Semakin cepat pertolongan pertama diberikan sesuai prosedur, semakin besar peluang korban untuk bertahan hingga mendapatkan penanganan medis," jelas Nabila.

Selain penyampaian materi, peserta mengikuti praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) menggunakan metode DRS CAB (Danger, Response, Shout for Help, Circulation, Airway, Breathing). Praktik meliputi pemeriksaan kondisi korban, pelaksanaan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), pembukaan jalan napas, penggunaan Bag Valve Mask (BVM), simulasi penggunaan Automated External Defibrillator (AED), hingga penanganan korban tersedak, pingsan (syncope), tersengat listrik, dan teknik recovery position dengan tetap mengutamakan keselamatan penolong.

Pada sesi diskusi, narasumber juga mengingatkan bahwa masyarakat tidak perlu ragu memberikan pertolongan pertama kepada korban dalam kondisi darurat selama dilakukan dengan itikad baik dan sesuai kemampuan. Tindakan tersebut memperoleh perlindungan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 275 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Bekal keterampilan first aid diharapkan mampu meningkatkan keselamatan personel sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan

Melalui kegiatan WASKITA ini, Bawaslu Kota Yogyakarta terus memperkuat kompetensi aparatur, tidak hanya dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan kepemiluan, tetapi juga membangun budaya kerja yang tanggap terhadap situasi darurat. Bekal keterampilan first aid diharapkan mampu meningkatkan keselamatan personel sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

 

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171

Penulis: Fenti
Foto: Rofi dan Melisa
Editor: Winda