Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Yogyakarta Ajak Mahasiswa Perkuat Nasionalisme dan Demokrasi

Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Jantan Putra Bangsa, menjadi narasumber dalam kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) DPK GMNI Filsafat UGM (6/6/2026)

Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Jantan Putra Bangsa, menjadi narasumber dalam kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) DPK GMNI Filsafat UGM (6/6/2026)

Yogyakarta — Bawaslu Kota Yogyakarta mengajak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk memperkuat nilai-nilai nasionalisme dan berperan aktif dalam menjaga demokrasi melalui kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) DPK GMNI Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) bertema Nasionalisme, Sabtu (6/6/2026), di Joglo Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM.

Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Jantan Putra Bangsa, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang diikuti mahasiswa dari berbagai kampus tersebut. Ia menekankan bahwa nasionalisme tidak hanya dimaknai sebagai kecintaan terhadap tanah air, tetapi juga diwujudkan melalui sikap menghargai keberagaman, menjaga persatuan, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.

“Nasionalisme bukan sekadar slogan atau hafalan tentang sejarah bangsa. Nasionalisme adalah tindakan nyata dalam menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia sesuai dengan kapasitas masing-masing. Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang menjaga nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan,” ujar Jantan.

Menurut Jantan, tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya berasal dari luar, tetapi juga dari berbagai persoalan internal, seperti polarisasi sosial, penyebaran informasi yang menyesatkan, dan menurunnya kepedulian terhadap kepentingan bersama. Karena itu, generasi muda perlu mengedepankan dialog, menghormati perbedaan pendapat, serta menolak praktik politik yang memecah belah.

“Nasionalisme harus hadir dalam cara berpikir dan bertindak. Ketika kita mengedepankan dialog, menghormati perbedaan pendapat, menolak politik yang memecah belah, dan turut menjaga demokrasi yang berintegritas, maka pada saat itulah kita sedang mengamalkan nilai-nilai nasionalisme,” katanya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai tantangan nasionalisme di era digital, peran mahasiswa dalam kehidupan demokrasi, serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Yogyakarta berharap kolaborasi dengan kalangan mahasiswa dapat terus diperkuat untuk mendukung pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan.

 

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171

Penulis: Chatarina
Editor: Winda