Bawaslu Kota Yogyakarta Dukung Demokrasi Akar Rumput melalui Bedah Buku "Menjaga Api Demokrasi"
|
Yogyakarta — Bawaslu Kota Yogyakarta menghadiri kegiatan Bedah Buku Menjaga Api Demokrasi: Pembelajaran dari Gerakan Akar Rumput yang diselenggarakan pada Senin (11/5/2026) di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Kehadiran Bawaslu Kota Yogyakarta dalam forum tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan demokrasi partisipatif yang tumbuh dari keterlibatan aktif masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan hasil kolaborasi antara Yayasan LKiS dan Faculty of Business and Economics Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini menjadi ruang dialog publik untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya demokrasi yang tumbuh dari bawah melalui partisipasi warga dan gerakan komunitas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Siti Nurhayati dan Jantan Putra Bangsa, yang mengikuti diskusi bersama akademisi, pegiat literasi, dan masyarakat sipil mengenai pentingnya menjaga ruang demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.
Buku Menjaga Api Demokrasi: Pembelajaran dari Gerakan Akar Rumput mengangkat berbagai pengalaman komunitas masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai demokrasi di tengah tantangan sosial dan politik yang terus berkembang. Mulai dari kelompok perempuan, pemuda, komunitas disabilitas, hingga kelompok marginal, seluruhnya menghadirkan cerita tentang perjuangan menjaga ruang demokrasi dari tingkat paling dasar.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta diajak melihat demokrasi tidak semata sebagai proses pemilu atau mekanisme formal kenegaraan, tetapi juga sebagai praktik sosial yang hadir dalam keseharian masyarakat, mulai dari keterbukaan ruang dialog, penghormatan terhadap perbedaan, hingga keberanian menyuarakan aspirasi secara kolektif.
Dalam forum tersebut, peserta juga menyoroti berbagai tantangan demokrasi saat ini, termasuk maraknya misinformasi di ruang digital dan praktik politik transaksional yang dinilai dapat mengikis kualitas partisipasi publik.
Siti Nurhayati menilai penguatan demokrasi perlu dibangun melalui kesadaran kolektif masyarakat dari lingkungan terkecil. Menurutnya, demokrasi akan semakin kokoh apabila warga memiliki kepedulian dan keberanian untuk terlibat aktif dalam ruang-ruang sosial.
“Demokrasi tidak hanya dijaga saat pemilu berlangsung, tetapi dirawat setiap hari melalui partisipasi masyarakat. Ruang-ruang diskusi seperti ini penting untuk membangun kesadaran bahwa setiap warga memiliki peran dalam menjaga nilai demokrasi,” ujar Siti.
Sementara itu, Jantan Putra Bangsa menekankan pentingnya pendekatan akar rumput dalam menjaga kualitas demokrasi di tengah berbagai tantangan informasi dan dinamika politik saat ini.
“Demokrasi yang sehat lahir dari masyarakat yang aktif, kritis, dan berani terlibat. Ketika komunitas bergerak dan warga merasa memiliki ruang untuk berpartisipasi, maka demokrasi akan lebih tahan terhadap tantangan, termasuk misinformasi maupun praktik politik yang tidak sehat,” kata Jantan.
Menurut Jantan, kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dan penyelenggara pemilu menjadi elemen penting dalam memperkuat budaya demokrasi yang inklusif.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam ruang-ruang dialog publik sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi partisipatif. Demokrasi yang sehat, menurut Bawaslu, tidak hanya dibangun oleh institusi, tetapi juga melalui keterlibatan aktif warga dalam kehidupan sosial dan politik.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171
Penulis: Prita
Editor: Melisa