Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Yogyakarta Perkuat Konsolidasi Demokrasi melalui Diskusi Kebangsaan

Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta menghadiri kegiatan Diskusi Kebangsaan yang diselenggarakan oleh PA GMNI DIY dalam rangka konsolidasi demokrasi

Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta menghadiri kegiatan Diskusi Kebangsaan yang diselenggarakan oleh PA GMNI DIY dalam rangka konsolidasi demokrasi

Yogyakarta – Bawaslu Kota Yogyakarta menghadiri kegiatan Syawalan yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Daerah Istimewa Yogyakarta dan dirangkaikan dengan diskusi kebangsaan pada Jumat (17/4/2026) di Pendopo Wisma KAGAMA UGM, Yogyakarta. Kehadiran Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, bersama Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Jantan Putra Bangsa dan Siti Nurhayati, menjadi bagian dari upaya konsolidasi demokrasi melalui partisipasi aktif dalam ruang-ruang publik.

Diskusi tersebut mengusung tema “Mewarisi Api Perjuangan dan Pemikiran Bung Karno dalam Menghadapi Tahun Vivere Pericoloso” dan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Ipnu Auliya Rahman, Prof. Anhar Riza Antariksawan, serta Ibnu Subiyanto, dengan moderator Marlinda Saputri. Forum ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari akademisi, aktivis, hingga komunitas kepemudaan.

Dalam forum diskusi, peserta membahas dinamika global yang semakin kompleks, khususnya terkait perkembangan imperialisme yang tidak lagi berbentuk penjajahan fisik, melainkan berkembang melalui sistem global di sektor ekonomi, politik, dan kelembagaan internasional. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menciptakan ketergantungan serta memperlemah kemandirian negara berkembang.

Sejarah menunjukkan bahwa perubahan peta kekuasaan dunia pasca Perang Dunia I dan II melahirkan kekuatan dominan baru yang hingga kini masih memengaruhi tatanan global. Dalam konteks modern, praktik imperialisme hadir melalui berbagai instrumen, seperti lembaga keuangan multilateral, mata uang global, serta organisasi internasional yang berdampak pada meningkatnya utang luar negeri dan ketimpangan kesejahteraan.

Indonesia sebagai negara berkembang turut menghadapi tantangan tersebut, terutama dalam menjaga kemandirian ekonomi, pengelolaan sumber daya, serta penguatan kepemimpinan nasional. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif masyarakat dalam memahami dinamika global yang memengaruhi arah kebijakan nasional.

Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, menyampaikan bahwa keterlibatan Bawaslu dalam forum diskusi publik merupakan bagian dari strategi konsolidasi demokrasi di luar tahapan pemilu. “Konsolidasi demokrasi tidak hanya dilakukan melalui pengawasan tahapan pemilu, tetapi juga melalui kehadiran dalam ruang-ruang dialog publik yang mendorong tumbuhnya kesadaran kritis masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan demokrasi memerlukan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. “Melalui forum seperti ini, Bawaslu berupaya mendorong partisipasi masyarakat agar lebih aktif dalam menjaga kualitas demokrasi, sehingga demokrasi tidak hanya bersifat prosedural, tetapi juga substantif,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat konsolidasi demokrasi secara berkelanjutan, tidak hanya dalam tahapan pemilu, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam ruang-ruang publik sebagai bagian dari upaya membangun demokrasi yang partisipatif, berintegritas, dan berkelanjutan.

 

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171

Penulis: Asti
Editor: Melisa