WASKITA Bahas Audit dan Digitalisasi Pengelolaan Keuangan
|
Yogyakarta — Bawaslu Kota Yogyakarta memperkuat pengetahuan aparatur mengenai audit dan digitalisasi pengelolaan keuangan melalui WASKITA (Wadah Studi, Kajian, dan Inovasi Kompetensi Aparatur), Rabu (9/9/2026). Mengusung tema “Mengenal Audit dan Accurate serta Perannya dalam Pengelolaan Keuangan di Era Digital”, kegiatan berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Yogyakarta dan diikuti jajaran Bawaslu Kota Yogyakarta serta mahasiswa magang.
Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Siti Nurhayati, mengatakan WASKITA menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas jajaran. Menurutnya, pemahaman mengenai audit dan perkembangan teknologi dalam pengelolaan keuangan penting bagi aparatur dalam menghadapi kebutuhan kerja yang semakin terdigitalisasi.
Materi audit disampaikan Yohana, Shinta, dan Skolastika, mahasiswa magang Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Program Studi Akuntansi. Pembahasan mencakup tujuan dan proses audit, manfaat pemeriksaan, serta fungsi audit dalam mencegah dan menemukan kesalahan, mengidentifikasi risiko, dan memperkuat pengendalian.
Materi juga mengulas audit dana kampanye, termasuk aspek kepatuhan administratif dan pemeriksaan laporan dana kampanye. Peserta mendiskusikan perbedaan audit umum dan audit dana kampanye, khususnya terkait ruang lingkup pemeriksaan serta dokumen yang menjadi dasar audit.
Pembahasan kemudian diarahkan pada digitalisasi pengelolaan keuangan. Dalam konteks pemerintahan, peserta mendiskusikan penggunaan sistem seperti SAKTI dalam mendukung pengelolaan dan pemeriksaan data. Sistem digital dinilai dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan informasi, tetapi tetap membutuhkan kemampuan pengguna dalam memahami sistem, memeriksa data, dan menilai hasil secara kritis.
Materi mengenai Accurate disampaikan Rangga, Sonya, dan Veneranda, mahasiswa magang UST Program Studi Akuntansi. Accurate diperkenalkan sebagai perangkat lunak akuntansi yang membantu pencatatan dan pengelolaan transaksi keuangan secara terintegrasi.
Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Yogyakarta, R. Paulus Agung Setiarso Fahik, memberikan masukan agar pemaparan Accurate tidak berhenti pada penjelasan teknis penggunaan aplikasi. Ia mendorong pemateri menjelaskan permasalahan yang dapat diselesaikan, manfaat bagi pengguna, sasaran penggunaan, serta keunggulan aplikasi dibandingkan pilihan lainnya.
“Kalau hanya menjelaskan cara penggunaan atau input data, peserta mungkin akan sulit melihat nilai tambahnya. Akan lebih menarik jika dijelaskan masalah apa yang bisa diselesaikan, siapa penggunanya, dan manfaat yang diperoleh,” ujar Paulus.
Siti juga mengaitkan materi dengan sistem pengelolaan keuangan yang digunakan di lingkungan pemerintahan. Ia mendorong pemateri memperjelas relevansi sebuah perangkat lunak dengan kebutuhan pengguna agar pembahasan tidak berhenti pada aspek teknologi, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai manfaat praktisnya.
Melalui WASKITA, Bawaslu Kota Yogyakarta terus mengembangkan budaya belajar yang tidak hanya berorientasi pada penambahan pengetahuan, tetapi juga mendorong kemampuan aparatur untuk memahami, mengkritisi, dan mengadaptasi perkembangan teknologi sesuai kebutuhan tugas kelembagaan.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171
Penulis: Wanda
Foto dan Editor: Melisa