Lompat ke isi utama

Berita

WASKITA Tingkatkan Kesiapsiagaan Aparatur Bawaslu Kota Yogyakarta Hadapi Gempa Bumi

Bawaslu Kota Yogyakarta mengundang Tim Reaksi Cepat Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY sebagai narasumber kegiatan WASKITA untuk meningkatkan kesiapsiagaan aparatur dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi (2/7/2026)

Bawaslu Kota Yogyakarta mengundang Tim Reaksi Cepat Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY sebagai narasumber kegiatan WASKITA untuk meningkatkan kesiapsiagaan aparatur dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi (2/7/2026)

Yogyakarta — Bawaslu Kota Yogyakarta meningkatkan kesiapsiagaan aparatur dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi melalui kegiatan WASKITA (Wadah Studi, Kajian, dan Inovasi Kompetensi Aparatur) bertema Mitigasi dan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Gempa Bumi. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kota Yogyakarta pada Kamis (2/7/2026) tersebut menghadirkan Tim Reaksi Cepat Bidang Penanganan Darurat BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai narasumber.

Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang aman dan tangguh, mengingat Daerah Istimewa Yogyakarta berada di wilayah dengan tingkat kerawanan gempa bumi yang cukup tinggi.

"Gempa bumi dapat terjadi kapan saja tanpa dapat diprediksi. Karena itu, setiap aparatur perlu memahami langkah penyelamatan diri, mengenali prosedur evakuasi, serta mampu bertindak cepat dan terkoordinasi ketika terjadi keadaan darurat. Melalui WASKITA ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan Bawaslu Kota Yogyakarta," ujar Andie.

Dalam pemaparannya, Tim Reaksi Cepat Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY, Nur Achmad, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko bencana. Menurutnya, pengetahuan mengenai prosedur penyelamatan harus dibarengi dengan latihan secara berkala agar setiap individu mampu merespons situasi darurat dengan tepat.

"Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab tim tanggap darurat, tetapi seluruh penghuni gedung. Melalui edukasi dan simulasi, setiap orang memahami perannya sehingga proses evakuasi dapat berlangsung lebih cepat, tertib, dan aman," jelas Nur.

Peserta memperoleh materi mengenai karakteristik gempa bumi, potensi risiko yang ditimbulkan, serta langkah-langkah mitigasi di lingkungan kerja. Selain itu, peserta dibekali prosedur penyelamatan diri melalui prinsip "Drop, Cover, and Hold On", tata cara evakuasi menuju titik kumpul, hingga pentingnya komunikasi dan koordinasi saat keadaan darurat.

Seluruh jajaran Bawaslu Kota Yogyakarta terlibat dalam simulasi evakuasi saat bencana gempa bumi

Sebagai tindak lanjut penguatan kesiapsiagaan, Bawaslu Kota Yogyakarta juga membentuk Tim Tanggap Darurat yang bertugas mengoordinasikan penanganan keadaan darurat sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Kegiatan kemudian ditutup dengan simulasi gempa bumi yang melibatkan seluruh peserta untuk mempraktikkan prosedur penyelamatan diri, evakuasi, serta koordinasi antartim.

Melalui program WASKITA, Bawaslu Kota Yogyakarta terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur secara berkelanjutan, tidak hanya dalam bidang kepemiluan, tetapi juga dalam aspek keselamatan kerja dan kesiapsiagaan bencana guna mewujudkan lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan responsif terhadap berbagai kondisi darurat.

 

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171

Penulis: Fenti
Foto: Rofi
Editor: Winda