WASKITA Tingkatkan Kesiapsiagaan Aparatur Bawaslu Kota Yogyakarta Hadapi Kebakaran
|
Yogyakarta — Bawaslu Kota Yogyakarta meningkatkan kesiapsiagaan aparatur dalam menghadapi potensi kebakaran melalui WASKITA (Wadah Studi, Kajian, dan Inovasi Kompetensi Aparatur) bertema Manajemen Penanggulangan dan Simulasi Ancaman Kebakaran yang digelar di Kantor Bawaslu Kota Yogyakarta, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini membekali peserta dengan pengetahuan mitigasi risiko serta keterampilan penanganan awal kebakaran guna mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman.
Kegiatan diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu Kota Yogyakarta, tenaga alih daya PT SBC, serta mahasiswa magang Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY). Hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta, Edy Hartana, bersama Mahujud Shosita Hady. Materi yang disampaikan meliputi manajemen keselamatan kebakaran gedung, mitigasi risiko, penyusunan rencana tanggap darurat, hingga praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, mengatakan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelaksanaan tugas kelembagaan, termasuk melindungi dokumen negara, arsip, dan data strategis yang dikelola Bawaslu.
"Bawaslu Kota Yogyakarta mengelola berbagai dokumen negara, arsip kelembagaan, serta data penting yang memiliki nilai strategis dan harus dijaga keamanannya. Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh pegawai memiliki pengetahuan mengenai mitigasi risiko kebakaran, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, hingga langkah-langkah penanganan ketika terjadi keadaan darurat sehingga mampu melindungi diri sekaligus meminimalkan risiko kerusakan terhadap aset dan arsip penting," ujar Andie.
Dalam pemaparannya, Edy Hartana menjelaskan bahwa kebakaran masih menjadi salah satu bencana yang didominasi faktor kelalaian manusia sehingga pencegahan perlu dimulai dari peningkatan kesadaran dan kemampuan setiap individu.
"Sebagian besar kebakaran dipicu oleh faktor kelalaian, seperti puntung rokok, korsleting listrik, maupun kebocoran gas LPG. Karena itu, setiap orang perlu memahami cara mencegah sekaligus melakukan penanganan awal menggunakan APAR sebelum api membesar," jelas Edy.
Sementara itu, Mahujud Shosita Hady memaparkan konsep Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) yang mencakup tahapan pre fire control, in case fire control, dan post fire control. Ia menekankan pentingnya identifikasi risiko, penyediaan sarana proteksi kebakaran, penyusunan Rencana Tindak Darurat Kebakaran (RTDK), pelaksanaan simulasi secara berkala, serta evaluasi pascakebakaran sebagai bagian dari sistem keselamatan gedung.
Sebagai implementasi materi, peserta mengikuti simulasi pemadaman api menggunakan APAR dan teknik pemadaman dengan kain basah di bawah pendampingan tim BPBD DIY. Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam melakukan penanganan awal ketika terjadi kebakaran.
Melalui WASKITA, Bawaslu Kota Yogyakarta terus mendorong peningkatan kompetensi aparatur, tidak hanya pada aspek kepemiluan tetapi juga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman sekaligus mendukung keberlangsungan pelaksanaan tugas pengawasan.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171
Penulis: Fenti
Foto: Rofi
Editor: Winda