Menguatkan Spirit Pengawasan Demokrasi, Bawaslu Kota Yogyakarta Angkat Literasi Budaya Lokal
|
Yogyakarta — Bawaslu Kota Yogyakarta terus berinovasi dalam memperkuat pengawasan demokrasi dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan berakar pada nilai-nilai budaya. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Knowledge Sharing bertema “Budaya Literasi Lokal sebagai Spirit Pengawasan Demokrasi” yang digelar pada Rabu, (8/4/2026) di Kantor Bawaslu Kota Yogyakarta.
Kegiatan ini menghadirkan Ki Syafaat Noor Rahman, pegiat sekaligus pelestari aksara nusantara dari Komunitas Geberjawa Semesta Mahardika Yogyakarta, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami pentingnya literasi budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kesadaran kolektif dalam kehidupan berdemokrasi.
Tidak hanya bersifat teoritis, kegiatan ini juga diisi dengan sesi praktik pembelajaran penulisan aksara Jawa. Para peserta, yang terdiri dari seluruh pegawai Bawaslu Kota Yogyakarta dan masyarakat umum, tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembelajaran sebagai bentuk nyata pelestarian budaya lokal.
Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pengawasan demokrasi tidak hanya bertumpu pada regulasi, tetapi juga harus ditopang oleh nilai-nilai kearifan lokal.
“Pengawasan demokrasi tidak bisa hanya mengandalkan aturan formal semata. Kita perlu membangun kesadaran kolektif yang berakar pada nilai-nilai budaya, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan integritas yang sudah lama hidup dalam tradisi kita,” ujar Andie.
Ia juga menambahkan bahwa literasi budaya menjadi salah satu pendekatan strategis dalam membangun partisipasi masyarakat yang lebih aktif dan sadar dalam mengawal proses demokrasi.
“Melalui literasi budaya, kita tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga memperkuat karakter pengawasan yang humanis dan berintegritas. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga demokrasi tetap bermartabat,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Bawaslu Kota Yogyakarta dalam mengembangkan model pengawasan yang inklusif dan berbasis nilai, sekaligus mengajak masyarakat untuk turut ambil bagian dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dengan mengangkat budaya lokal sebagai spirit pengawasan, diharapkan demokrasi tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga berakar kuat pada identitas dan kearifan bangsa.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171
Penulis: Winda
Foto: Rhamadan