Dorong Kolaborasi Jaga Demokrasi, Bawaslu Kota Yogyakarta Terima Audiensi PMII DIY
|
Yogyakarta — Bawaslu Kota Yogyakarta menerima audiensi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta di Kantor Bawaslu Kota Yogyakarta pada Rabu (14/01/2026). Audiensi ini menjadi ruang dialog untuk membangun kolaborasi dalam menjaga demokrasi yang berintegritas dan berkelanjutan, khususnya di wilayah Kota Yogyakarta.
Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, menyambut hangat kedatangan PMII DIY dan menyampaikan pentingnya sinergi dengan organisasi mahasiswa dalam penguatan demokrasi. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak sekadar audiensi kelembagaan, tetapi juga ruang pertukaran gagasan yang berangkat dari kesamaan nilai dan sejarah perjuangan sebagai aktivis demokrasi.
“Hari ini bukan audiensi biasa, tetapi juga perbincangan ideologis. Kita berangkat dari sejarah yang sama sebagai aktivis, sehingga ke depan diharapkan dapat berkolaborasi dalam menjaga demokrasi. Banyak persoalan demokrasi yang tidak bisa dikerjakan sendiri, termasuk isu krusial seperti politik uang,” ujar Andie.
Perwakilan PMII DIY, Ikhwanul, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bentuk silaturahmi kelembagaan sekaligus upaya memperkuat koordinasi dengan Bawaslu Kota Yogyakarta. Ia mengapresiasi peran Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi serta membuka ruang kolaborasi ke depan.
“PMII merupakan organisasi gerakan mahasiswa yang berlandaskan nilai keagamaan dan kebangsaan. Kami meyakini bahwa kolaborasi dan koordinasi dengan Bawaslu dapat meningkatkan kualitas demokrasi, khususnya di Kota Yogyakarta,” jelas Ikhwanul.
Sementara itu, perwakilan PMII DIY lainnya, Zidan, menyoroti pentingnya membangun kolaborasi yang memperhatikan ekologi sosial. Ia menyampaikan gagasan Green Democracy atau Demokrasi Hijau sebagai narasi bersama yang mengaitkan demokrasi dengan kepedulian terhadap lingkungan. “Kami ingin berkolaborasi dalam membangun narasi besar melalui konsep Demokrasi Hijau yang berdampak pada kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan,” tambah Zidan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Siti Nurhayati, menyampaikan bahwa Bawaslu sangat terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan organisasi mahasiswa dalam menjalankan tugas pengawasan demokrasi. “Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri. Kami perlu menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi mahasiswa. Kolaborasi ini penting untuk dirumuskan dalam bentuk program atau kegiatan yang berkelanjutan,” ujar Siti.
Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif dengan pembahasan sejumlah gagasan kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan. Bawaslu Kota Yogyakarta berharap sinergi dengan PMII DIY tidak hanya terjalin pada momentum Pemilu atau Pilkada, tetapi juga dalam berbagai upaya penguatan demokrasi di luar tahapan elektoral.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171
Penulis: Winda
Foto: Rofi