Hadiri Malam Kebangsaan HUT ke-81 RI, Bawaslu Kota Yogyakarta Tekankan Pengawasan Partisipatif
|
Yogyakarta — Semangat persatuan, gotong royong, dan kemandirian menjadi pesan utama dalam Malam Kebangsaan Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang diselenggarakan Pemerintah Kota Yogyakarta di Grha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, Jumat (14/8/2026). Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, turut hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan.
Mengusung tema “Menjalin Kebersamaan dalam Bingkai Persatuan”, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi perjalanan kebangsaan sekaligus penguatan nilai yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Bagi Andie, nilai persatuan dan toleransi juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat.
“Persatuan dan toleransi merupakan fondasi penting dalam kehidupan demokrasi. Ketika masyarakat mampu menghargai perbedaan dan menjaga kebersamaan, partisipasi dalam proses demokrasi juga dapat tumbuh secara lebih sehat dan bertanggung jawab.”
Menurut Andie, nilai tersebut perlu diterjemahkan dalam keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk menjaga proses demokrasi tetap berintegritas.
Pesan tersebut sejalan dengan sambutan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan melalui tindakan nyata. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan dan kemandirian bangsa.
“Kita sudah berdaulat dalam bidang politik, tetapi belum sepenuhnya berdikari dalam bidang ekonomi. Ini menjadi PR besar kita,” ujar Hasto.
Hasto juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjalanan panjang yang dibangun melalui kesadaran kebangsaan, persatuan, hingga perjuangan mencapai kedaulatan pada 1945. Semangat tersebut, menurutnya, perlu diteruskan melalui upaya membangun kesejahteraan dan kemandirian bangsa.
Sementara itu, materi kebangsaan disampaikan Hendro Muhaimin, Penceramah/Maheswara Utama BPIP RI sekaligus Peneliti Pusat Studi Pancasila UGM. Ia menyoroti sejumlah tantangan kebangsaan yang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari persoalan sosial dan ketimpangan hingga kebebasan beragama dan berkeyakinan serta ancaman di ruang siber.
Hendro mendorong masyarakat memperkuat kemampuan hidup bersama dalam keberagaman melalui pendekatan "NANDUR SRAWUNG", yang menekankan perjumpaan, pengenalan, pemahaman, kolaborasi, dan penjagaan nilai luhur.
Bagi Bawaslu Kota Yogyakarta, penguatan nilai persatuan dan toleransi memiliki keterkaitan dengan upaya mendorong pengawasan partisipatif. Masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan demokrasi diharapkan tidak hanya menggunakan hak politiknya, tetapi juga turut menjaga proses demokrasi serta menghormati hak warga negara lainnya.
Momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa semangat kebangsaan perlu terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui partisipasi masyarakat dalam menjaga persatuan dan mengawal demokrasi yang berintegritas.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171
Penulis: Fenti
Editor: Melisa