Meraih Kemenangan di Bulan Ramadan, Bawaslu Kota Yogyakarta Gelar Siraman Rohani Sesi 3
|
Yogyakarta — Bawaslu Kota Yogyakarta kembali menggelar kegiatan Siraman Rohani Ramadan sesi ketiga pada Jumat (6/3/2026) di Kantor Bawaslu Kota Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Eko Agus Wibowo, dengan tema “Meraih Kemenangan di Bulan Ramadan”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin selama bulan Ramadan sebagai upaya memperkuat nilai spiritual sekaligus integritas jajaran Bawaslu dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.
Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum penting untuk memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai dasar dalam bekerja.
“Ramadan menjadi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus memperkuat nilai kejujuran, kedisiplinan, dan integritas, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari lembaga,” ujarnya.
Dalam pemaparan materinya, Eko Agus Wibowo menjelaskan bahwa kemenangan dalam perspektif Islam tidak hanya dimaknai sebagai keberhasilan secara duniawi, melainkan keberhasilan dalam meningkatkan iman dan ketakwaan.
“Kemenangan yang hakiki adalah ketika seseorang mampu meningkatkan kualitas iman dan ketakwaannya kepada Allah SWT, bukan sekadar kemenangan dalam arti kompetisi atau pencapaian duniawi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Ramadan merupakan madrasah kehidupan yang melatih berbagai aspek dalam diri manusia, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membentuk kesabaran, kejujuran, kedisiplinan, dan keikhlasan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
“Menjalankan tugas dengan jujur, menjaga amanah, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab merupakan bagian dari jihad dalam kehidupan kita saat ini,” tambahnya.
Pada sesi diskusi, Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Siti Nurhayati, menyoroti pentingnya menjaga integritas dalam menghadapi berbagai tekanan dalam tugas pengawasan pemilu. Menanggapi hal tersebut, narasumber menegaskan bahwa iman menjadi fondasi utama dalam membangun integritas.
“Iman adalah landasan yang membimbing seseorang untuk tetap berbuat benar, meskipun tidak ada yang melihat. Kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi menjadi pengendali dalam setiap tindakan kita,” ujarnya.
Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami bahwa peningkatan kualitas ibadah selama Ramadan perlu diiringi dengan perubahan akhlak dan konsistensi setelah Ramadan berakhir. Hal ini menjadi indikator bahwa peningkatan tersebut benar-benar berasal dari kesadaran iman, bukan sekadar pengaruh lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Yogyakarta berharap nilai-nilai spiritual yang diperoleh dapat menjadi penguat dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171
Penulis: Melisa
Editor: Winda