Ramadan sebagai Latihan Integritas Diri, Bawaslu Kota Yogyakarta Gelar Siraman Rohani Sesi 2
|
Yogyakarta — Bawaslu Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Siraman Rohani bagi seluruh jajaran pada Jumat (27/2/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Jumat Sehati selama bulan Ramadan ini menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan integritas aparatur dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.
Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Siraman Rohani tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh jajaran dalam meneguhkan nilai-nilai moral dan etika dalam bekerja.
“Siraman Rohani ini bukan hanya rutinitas, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai dalam bekerja. Semoga dengan kegiatan ini hati kita semakin lapang, langkah kita semakin ringan, dan membawa keberkahan dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Materi Siraman Rohani sesi 2 disampaikan oleh Samsul Ma’arif dari Kementerian Agama Kota Yogyakarta yang mengangkat tema “Agar Ramadhan dan Puasa Kita Tidak Sia-Sia (Menjadi Hamba Bertakwa di Bulan Mulia)”. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai latihan pengendalian diri dan pembentukan karakter.
Ia mengutip hadis Sahih Bukhari yang menekankan pentingnya menjaga perilaku selama berpuasa. “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya,” jelasnya.
Menurut Samsul, puasa dapat kehilangan makna apabila seseorang tidak mampu menjaga lisan, pandangan, dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengingatkan bahwa berbagai godaan selama Ramadan dapat datang dari hawa nafsu, lingkungan, maupun penggunaan media sosial yang berlebihan. “Ramadan bukan sekadar ibadah tahunan, tetapi latihan untuk menjadi manusia bertakwa sepanjang hayat,” tambahnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, termasuk mengenai hubungan antara nilai spiritualitas dengan pembangunan integritas dalam bekerja. Menanggapi hal tersebut, Samsul menjelaskan bahwa integritas memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai keagamaan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
“Integritas merupakan sifat Rasulullah, yaitu sidiq, amanah, konsisten, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi landasan dalam membangun integritas pribadi maupun dalam menjalankan tugas kelembagaan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Yogyakarta berharap penguatan nilai spiritualitas dapat menjadi bagian dari upaya membangun integritas aparatur, sehingga setiap jajaran mampu menjalankan tugas pengawasan pemilu secara profesional, beretika, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ditutup dengan ucapan terima kasih kepada narasumber serta harapan agar materi yang disampaikan dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Bawaslu Kota Yogyakarta untuk terus menjaga integritas dan nilai-nilai moral dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171
Penulis: Melisa
Editor: Winda