Bawaslu Kota Yogyakarta Dorong Peran Sivitas Akademika dalam Pengawasan Partisipatif
|
Yogyakarta — Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Yogyakarta, Siti Nurhayati, hadir sebagai narasumber dalam Stadium General bertema “Peran Sivitas Akademika dalam Pengawasan Partisipatif untuk Mewujudkan Pemilu yang Bermartabat”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Kamis (11/12/2025) di Ruang Sidang FAST UAD Kampus 4.
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memperkuat peran sivitas akademika dalam membangun budaya pengawasan partisipatif di lingkungan perguruan tinggi. Dalam forum yang diikuti mahasiswa dan dosen tersebut, Siti Nurhayati menyampaikan materi terkait penyelenggaraan pemilu, potensi kerawanan, serta peran strategis mahasiswa dalam menjaga integritas demokrasi.
Dalam paparannya, Siti Nurhayati menegaskan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tingkat kerawanan pemilu yang cukup tinggi karena heterogenitas penduduk. “Kerawanan pemilu di DIY tergolong tinggi karena Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia. Banyak suku dan budaya hidup berdampingan di Kota Yogyakarta, serta tingginya mobilitas penduduk dari luar daerah yang ingin tetap menggunakan hak pilihnya di Yogyakarta,” jelas Siti.
Ia juga menyampaikan bahwa kontribusi sivitas akademika UAD dalam mendukung pengawasan pemilu di Kota Yogyakarta dapat dilakukan melalui tiga bentuk. Pertama, peran umum fakultas dalam mendorong literasi politik dan budaya demokrasi. Kedua, peran masing-masing program studi sesuai bidang keilmuan untuk memperkuat edukasi publik. Ketiga, pengembangan skema kerja sama praktis antara Bawaslu Kota Yogyakarta dan UAD, termasuk pendampingan kegiatan mahasiswa, riset kepemiluan, hingga pengembangan laboratorium pengawasan partisipatif.
Pada sesi diskusi, sejumlah mahasiswa menyampaikan pandangan kritis terhadap kondisi demokrasi di Indonesia. Mahasiswa menyoroti rendahnya Upah Minimum Regional (UMR) di Yogyakarta yang dinilai dapat memengaruhi sikap permisif sebagian masyarakat terhadap praktik politik uang. Selain itu, mahasiswa juga menekankan karakter generasi Z yang membutuhkan pendekatan demokrasi yang lebih emosional, komunikatif, dan relevan dengan realitas keseharian mereka.
Mengakhiri stadium general, Siti Nurhayati menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara Bawaslu Kota Yogyakarta dan FSBK UAD dapat terus diperkuat. “Kami berharap kerja sama antara FSBK UAD dan Bawaslu Kota Yogyakarta dapat mewujudkan pemilu yang bermartabat. Pemilu adalah instrumen demokrasi untuk memilih pemimpin yang baik. Untuk mencapainya, penyelenggara dan pemilih harus sama-sama baik. Pemilu bukan hanya milik penyelenggara, tetapi milik kita semua,” tutup Siti.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyampaian komitmen untuk memperluas edukasi dan pengawasan partisipatif, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, guna mendukung penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat di Kota Yogyakarta.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171
Penulis: Rhama
Foto: Rofi