Masuk Mabicab Pramuka, Bawaslu Kota Yogyakarta Perkuat Basis Pengawasan Partisipatif Generasi Muda
|
Yogyakarta — Bawaslu Kota Yogyakarta menegaskan langkah strategisnya dalam memperkuat pengawasan partisipatif berbasis generasi muda melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang dirangkaikan dengan Pelantikan Kepengurusan Baru Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta. Kegiatan diselenggarakan di Grha Pandawa Balaikota Yogyakarta pada Rabu, (11/2/2026).
Momentum ini menjadi ruang konsolidasi penting bagi Bawaslu Kota Yogyakarta untuk mengintegrasikan nilai-nilai pengawasan pemilu ke dalam gerakan pembinaan kepemudaan, khususnya melalui Saka Adhyasta Pemilu. Keterlibatan Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta sebagai bagian dari Mabicab menegaskan komitmen kelembagaan dalam memperluas jejaring pengawasan hingga ke akar rumput.
Kegiatan ini selaras dengan visi Bawaslu, yakni “Kolaborasi Memperkokoh Demokrasi Substansial melalui Pengawasan Pemilu yang Berintegritas dalam rangka Mewujudkan Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas.” Bagi Bawaslu Kota Yogyakarta, kolaborasi dengan Gerakan Pramuka bukan sekadar simbolik, melainkan strategi jangka panjang dalam membangun budaya demokrasi yang partisipatif dan berintegritas.
Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, menegaskan bahwa Pramuka merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai pengawasan sejak dini. “Gerakan Pramuka memiliki karakter pembinaan yang kuat. Di dalamnya terdapat nilai disiplin, tanggung jawab, dan integritas. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun pengawasan partisipatif. Kami ingin semangat pengawasan tidak hanya hadir saat tahapan pemilu, tetapi tumbuh sebagai budaya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan Saka Adhyasta Pemilu menjadi salah satu instrumen penting Bawaslu dalam mengedukasi generasi muda agar tidak hanya menjadi pemilih cerdas, tetapi juga penggerak demokrasi yang aktif. “Melalui Saka Adhyasta Pemilu, kami mendorong kader-kader muda Pramuka menjadi agen literasi demokrasi dan garda terdepan dalam menangkal disinformasi. Pengawasan pemilu harus menjadi gerakan kolektif, dan generasi muda adalah kuncinya,” tambahnya.
Pelantikan Mabicab diisi oleh unsur pimpinan daerah, OPD, BUMD, Forkopimda, serta lembaga vertikal semakin memperkuat ekosistem kolaborasi lintas sektor. Struktur ini dinilai strategis untuk memperluas jangkauan edukasi dan pengawasan partisipatif di Kota Yogyakarta. Wali Kota Yogyakarta selaku Ketua Mabicab dalam sambutannya juga menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi muda yang disiplin dan berintegritas, yang sejalan dengan penguatan budaya demokrasi.
Bagi Bawaslu Kota Yogyakarta, pelantikan ini menjadi titik awal konsolidasi yang lebih konkret. Integrasi pengawasan pemilu dalam Gerakan Pramuka diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif generasi muda untuk terlibat aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.
Melalui sinergi ini, Bawaslu Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperluas ruang kolaborasi, memperkuat pendidikan demokrasi, serta memastikan pengawasan pemilu berjalan tidak hanya secara struktural, tetapi juga partisipatif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171
Penulis: Rhamadan
Editor: Winda
Foto: Andoko