Puluhan Pemuda Dikukuhkan sebagai Duta Demokrasi 2026, Bawaslu Kota Yogyakarta Dukung Penguatan Demokrasi Partisipatif
|
Yogyakarta – Bawaslu Kota Yogyakarta turut menghadiri pengukuhan Duta Demokrasi Kota Yogyakarta Tahun 2026 yang digelar pada Jumat (13/2/2026) di Ruang Bima Balaikota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi kolaboratif Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kesadaran serta partisipasi politik masyarakat, khususnya generasi muda.
Pengukuhan ditandai dengan penyematan pin secara simbolis oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Yogyakarta dan disaksikan langsung oleh Bawaslu Kota Yogyakarta, Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Kepala Bidang Poldagri Ormas Kesbangpol DIY, serta Sekretaris Kesbangpol Kota Yogyakarta.
Sebanyak 30 orang dikukuhkan sebagai Duta Demokrasi Kota Yogyakarta Tahun 2026 dengan latar belakang yang beragam dan inklusif. Mereka tidak hanya berasal dari kalangan pelajar, tetapi juga mewakili Forum Anak Kota Yogyakarta, kelompok difabel SIGAP, perwakilan 14 kemantren se-Kota Yogyakarta, hingga Pemuda Ampuh.
Ketua Duta Demokrasi, Pangky Febriantanto, mengamanahkan kepada duta demorasi yang baru saja dilantik agar mampu menyinergikan seluruh elemen pemuda tersebut dalam mengawal dan menguatkan nilai-nilai demokrasi di Kota Yogyakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Bawaslu Kota Yogyakarta, Siti Nurhayati, menegaskan bahwa peran generasi muda sangat strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama di tengah tantangan era digital yang sarat dengan arus informasi yang tidak terverifikasi. Ia menyampaikan bahwa penguatan demokrasi tidak hanya dilakukan saat tahapan pemilu berlangsung, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang membangun kesadaran kritis dan integritas bersama.
“Duta Demokrasi bukan hanya simbol partisipasi pemuda, tetapi mitra strategis dalam penguatan pengawasan partisipatif. Bawaslu Kota Yogyakarta mendorong para duta untuk menjadi agen pencegahan, garda terdepan dalam menangkal hoaks, serta menyebarkan literasi politik yang sehat di lingkungan sekolah, komunitas, dan ruang digital,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Kota Yogyakarta, Widiyastuti, menekankan bahwa program Duta Demokrasi dirancang sebagai respons atas derasnya disinformasi yang berpotensi memengaruhi pemilih muda. Program ini diharapkan mampu menghadirkan narasi positif tentang demokrasi yang aktif dan partisipatif.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Wirawan Hario Yudho, mengingatkan pentingnya menumbuhkan nilai demokrasi yang selaras dengan moral serta jati diri bangsa Indonesia. Senada dengan itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro, menegaskan agar program ini diwujudkan melalui aksi nyata di wilayah, sekolah, dan komunitas.
Dengan mandat sebagai jembatan komunikasi publik, para Duta Demokrasi diharapkan menjadi motor penggerak kampanye anti-disinformasi, penyebar nilai-nilai Pancasila, serta penguat budaya politik yang partisipatif, inklusif, dan berintegritas. Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengawasan partisipatif sebagai strategi utama dalam menjaga demokrasi yang berkualitas di Kota Yogyakarta.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Yogyakarta
Jl. Nyi Ageng Nis No. 544, Peleman, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta 55171
Penulis dan Foto: Rifqi
Editor: Winda